Termakan Omongan Tetangga, Orangtua Tega Bunuh Anak Kandungnya

Termakan Omongan Tetangga, Orangtua Tega Bunuh Anak Kandungnya

Palembangtalk.com Termakan Omongan Tetangga, Orangtua Tega Bunuh Anak Kandungnya – Halo sobat kembali lagi dengan admin nih. Kali ini admin akan membahas informasi mengenai berita tentang Termakan Omongan Tetangga, Orangtua Tega Bunuh Anak Kandungnya. Yuk simak dan ikuti ulasan-ulasan yang akan admin bagikan ini hingga selesai.

Hanya karena dianggap nakal dan juga titisan makhluk mitologis Genderuwo berdasarkan penerawangan tetangga, seorang bocah 7 tahun ditenggelamkan di bak mandi hingga meninggal oleh kedua orang tuanya dan dibantu tetangganya itu. Para pelaku pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Perahu Di Boyolali Tenggelam Memakan Korban Jiwa Wisatawan Lokal

Peristiwa itu terungkap berdasarkan pemuan mayat ALH (7), di rumahnya di Dusun Paponan RT.2 RW.3 Desa Bejen Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang diketahui meninggal sejak bulan Januari. Tersangka diketahui adalah M (42) dan S (38), yang merupakan orang tua korban sendiri.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi menuturkan pemuan mayat bocah itu terjadi pada hari Minggu (16/5) pukul 23.00 WIB, usai Polsek Bejen mendapat laporan dari warga dan Kepala Desa Bejen.

“Petugas Polsek hendak mendatangi lokasi, kemudian menemukan mayat anak perempuan di dalam kamarnya,” pungkasnya pada hari Senin (17/5).

pemuan mayat itu, katanya, bermula dari kedatangan paman dan bibi yang mencari keponaknnya ALH. Orangtua korban sekaligus pelaku, selaku saudara bibinya mengatakan bahwa anak perempuan nya berada di rumah orangtuanya. Dan tidak berada dirumah.

M dan S mengatakan bahwa korban sedang berada di rumah kakeknya di Dusun Silengkung Desa Congkrang Temanggung. Namun saat dicek, korban tidak ada di sana. Sang paman dan bibi korban pun mulai curiga.

“Bermulanya dari Paman dan Bibi korban yang curiga mencari korban tidak ada di rumah orang tuanya. Saat itu, korban dikatakan di rumah kakeknya, tapi setelah rumah kakek korban didatangi, korban juga tidak ada di rumah kakeknya. Justru kakeknya bilang kalau korban sudah lama tidak main ke rumah kakeknya”, ungkap Benny, dalam keterangannya pada hari Selasa (18/5).

Kecurigaan keduanya langsung disampaikan ke ayah korban. M akhirnya mengaku dan menunjukkan keberadaan korban di kamar rumah mereka, dalam kondisi tidak bernyawa tinggal tulang dan kulit yang kering di atas tempat tidur kamar korban.

Baca juga: 212 Daftar Kasus Kematian Covid-19, Kota Jateng Terbanyak

foto: Bocah yang dibunuh oleh kedua orangtuanya karena dianggap, keturunan dari makluk halus.

Peristiwa ini pun langsung disampaikan bibi korban ke Kepala Desa dan kepala desa menindaklanjuti dengan Laporan Polisi.

“Ternyata benar saja, saat didesak paman dan bibi korban, ayah korban akhirnya mengakui anaknya yang sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur kamar,” tambah Benny.

Polisi yang datang langsung melakukan olah TKP dan melakukan introgasi pada M dan S. Kepada pihak Polisi, orang tua korban itu mengakui bahwa anaknya meninggal sekitar empat bulan yang lalu, akibat ditenggelamkan ke bak mandi dengan dibantu dua orang tetangganya yakni B dan H.

M mengakui tindakan tersebut dilakukan atas perintah H yang menganggap ALH sebagai keturunan Genderuwo. Untuk menghilangkannya, kata dia, sang bocah harus dibenamkan di dalam air.

“Dari terawangan Pak H, anak saya ada turunan Genderuwo, makanya nakal. Jadi untuk menghilangkan aura itu kepalanya harus di tenggelamkan di air ,” jelas M, saat diperiksa di Polres Temanggung.

“Kata H, nanti 4 bulan akan sadar dan bangun sendiri dan juga pasti sudah berubah tidak nakal lagi,” lanjutnya.

M juga mengakui bila ritual untuk anaknya tersebut dilakukan pada bulan Januari. Agar tidak tercium bau menyengat dan tetap bersih, keduanya membersihkan jasad anaknya itu seminggu dua kali.

“Saya bersihkan sama istri saya. Seminggu dua kali. kejadian itu pada bulan Januari kok, Pak”, kata M.

Polisi sampai kini masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua orang tua korban dan dua orang tetangganya yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Banyak Warga Luar Daerah Berwisata Ke Yogya, Terutama Di Pantai

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *