Update Corona Tanggal 23 Juni, 5 Negara Kasus Tertinggi

Update Corona Tanggal 23 Juni

PalembangtalkUpdate Corona Tanggal 23 Juni, 5 Negara Kasus Tertinggi – Update virus corona Covid-19 dari Indonesia dan sejumlah negara-negara di dunia. Dilansi data dari laman Worldometers, hingga hari Rabu (23/6/2021) pagi, total kasus Covid-19 yang ada di dunia terkonfirmasi sebanyak 179.904.015 (174 juta) kasus.

Dari jumlah itu ada 164.654.272 (158 juta) pasien sudah sembuh, dan ada sebanyak 3.897.080 orang yang meninggal dunia. Kasus yang aktif hingga saat ini tercatat ada sebanyak 11.352.663 dengan rincian 11.270.681 pasien dengan kondisi ringan dan ada sebanyak 81.982 dalam kondisi serius.

Berikut ini merupakan 5 negara dengan jumlah kasus Covid-19 ayang apliang banyak :
1. Amerika Serikat ada sebanyak 34.433.348 kasus, yang meninggal ada sebanyak 617.843, untuk yang sembuh ada sebanyak 28.815.847.
2. India ada sebanyak 30.027.850 kasus, kasus yang meninggal ada sebanyak 390.691, dan untuk kasus yang sembuh sebanyak 28.987.311.
3. Brasil ada 18.056.639 kasus, yang meninggal sebanyak 504.897, yang sembuh sebanyak 16.388.847.
4. Perancis ada sebanyak 5.760.002 kasus, yang meninggal sebanyak 110.829, yang sembuh ada 5.575.137
5. Turki ada sebanyak 5.381.736 kasus, yang meninggal ada 49.293, dan yang sembuh 5.242.945.

Indonesia

Untuk kasus yang ada di indonesia sedang mengalami peningkatan. Hingga Selasa (22/6/2021) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 sudah bertambah sebanyak 13.668. jadi saat ini jumlahnya menjadi 2.018.113 orang. Untuk kasus yang sembuh yaitu sebanyak 8.375 orang. Penambahan tersebut sekaligus menjadikan total pasien yang sudah sembuh menjadi 1.810.136 orang. Dan kasus yang meninggaljuga bertambah menjadi 335 orang. Dan total yang meninggal hingga saat ini ada 55.291 orang.

Turki longgarkan pembatasan

Turki juga akan menghapus pembatasan mulai Juli mendatang setelah jumlah kasus turun angka sekitar 5.000. hal tersebut diumumkan oleh Presiden Turki yang dilansir dari Reuters (22/6/2021).

Erdogan juga mengatakan, ada penguncian yang diberlakukan pada hari Minggu serta pembatasan jam malam 19.00 GMT pada akhir pekan akan dihapus mulai 1 Juli.

“Pembatasan angkutan umum juga akan dihapus dan lembaga publik juga akan kembali ke jam normal,” katanya. Turki juga sudah mulai menghapus pembatasan Covid-19 yang ada di dalam beberapa pekan terakhir, dan juga membatasi penguncian hingga Minggu serta membuka restoran dengan kapasitas pengunjung terbatas.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Yang Terdeteksi Bisa Jadi Hanya 1/8 Dari Kasus Yang Sesungguhnya

AstraZeneca efektif lawan varian Delta dan Kappa Mengutip sebuah penelitian, AstraZeneca juga mengatakan bahwa vaksin Covid-19 buatannya efektif terhadap varian Delta dan Kappa, yang pertama kali diidentifikasi di India.

Dilansir Reuters, Selasa (22/6/2021), studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford juga menyelidiki kemampuan antibodi monoklonal dalam darah dari orang yang pulih dan dari mereka yang divaksinasi untuk menetralkan varian Delta dan Kappa.

Pekan lalu, analisis oleh Public Health England (PHE) juga menunjukkan bahwa vaksin yang dibuat oleh Pfizer Inc dan AstraZeneca juga menawarkan perlindungan tinggi yang lebih dari 90 persen terhadap rawat inap dari varian Delta. Hasil studi Oxford terbaru tersebut dibangun berdasarkan analisis terbaru oleh PHE, kata perusahaan itu. Menurut kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia pada Jumat (18/6/2021), varian Delta ini menjadi versi penyakit yang dominan secara global.

WHO prihatin dengan pelonggaran di Euro 2020

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengaku prihatin dengan pelonggaran pembatasan Covid-19 oleh negara-negara yang menjadi tuan rumah pertandingan Euro 2020. Dilansir dari Al Jazeera (22/6/2021), WHO juga mencatat bahwa ada beberapa yang sudah melihat peningkatan kasus.

“WHO prihatin dengan pelonggaran pembatasan di beberapa negara tuan rumah,” ujar direktur eksekutif di Kantor Regional WHO untuk Eropa, Robb Butler. ” Ada beberapa stadion yang menjadi tuan rumah turnamen sekarang meningkatkan jumlah penonton yang sudah diizinkan,” kata Butler.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah mendesak UEFA untuk bertindak secara bertanggung jawab mengenai rencana untuk mengadakan final di London karena masalah keamanan atas penyebaran virus yang ada di sana. Akan tetapi, UEFA juga mengatakan “tidak memiliki rencana” untuk mengubah tempat untuk semifinal dan juga untuk final.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Di Jepara Meningkat, Ganjar Menduga Akibat Varian Delta

Rusia

Rusia juga sudah mencatat jumlah kematian Covid-19 yang tertinggi untuk 1 hari pada awal Februari saat peningkatan dramatis dalam infeksi yang dipicu oleh varian Delta mencengkeram negara itu. Dilansir dari Al Jazeera (22/6/2021), tercatat ada sebanyak 546 kematian yang berarti jumlah kematian resmi virus corona di Rusia hingga saat ini mencapai 130.347 orang. Jumlah infeksi baru yang sudah tercatat pada hari Selasa ada 16.715, atau 2 kali lebih tinggi dari bulan lalu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *