Urutan Pejabat DKI Jakarta Mengundurkan Diri Di Era Kepemimpinan Anies Baswedan

Pejabat DKI Jakarta Mengundurkan Diri Di Era Kepempinan Anies Baswedan

Palembangtalk Urutan Pejabat DKI Jakarta Mengundurkan Diri Di Era Kepemimpinan Anies Baswedan – Beberapa pejabat di lingkungan DKI Jakarta telah mengundurkan diri pada masa Gubernur Anies Baswedan. Berdasarkan catatan Tempo, sebagian telah mengajukan pengunduran diri setelah terjadi perkara yang melibatkan mereka.

Teranyar, Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Pujiono juga sudah mengundurkan diri dari jabatannya. Dan ia sebelumnya dilantik oleh Anies Baswedan bersama dengan 15 pejabat lainnya pada hari Senin, 8 Juli 2019. Di kala itu, Anies juga melantik 15 pejabat baru eselon II dan satu pejabat tinggi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Mereka adalah pejabat yang telah lolos seleksi dalam lelang jabatan yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebelumnya. Pujiono merupakan salah satu pejabat DKI kedua yang mundur pada tahun 2021. Sebelumnya, mantan Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari telah mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta pada pertengahan Februari lalu.

Daftar Urutan Pejabat DKI Jakarta Mengundurkan Diri Di Era Kepemimpinan Anies Baswedan

1. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) dari Djafar Muchlisin

Djafar Muchlisin telah mengundurkan diri karena merasa tidak nyaman bekerja di Dinas LH. Mundur dari kursi Plt, Djafar pindah ke Dinas Sosial. Djafar menjabat staf pelaksana ahli di Dinas Sosial.

“Pak Djafar juga mengakui ada permintaan sendiri, bermeterai Rp 6.000 kepada Gubernur bahwa yang bersangkutan tak nyaman, tidak sesuai hati nuraninya dan tidak sesuai kompetensinya. Chaidir juga menegaskan kepindahan Djafar karena permintaan secara pribadi. Djafar merasa berpengalaman bekerja di Dinas Sosial.

Baca juga : Sri Mulyani Mengakui Proses Penyusunan APBN di 2022 Masih Dibayangi Ketidakpastian

2. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Edy Junaedi

Edy dilantik menjadi Kadisparbud DKI pada 25 Februari 2019. Edy mundur setelah 8 bulang menduduki jabatan itu.

Ketika itu Chaidir membantah mundurnya Edy berkaitan dengan hebohnya anggaran influencer. Chaidir menyebut Edy mengundurkan diri pada 31 Oktober 2019. Menurut Chaidir, pengunduran diri itu dilakukan atas permintaan pribadi.

Dalam surat pengunduran dirinya, Edy mengaku mundur untuk menjadi staf di anjungan TMII. “Mengundurkan diri saja atas permintaan pribadi, alasannya ya pribadi,” ucap Chaidir.

3. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sri Mahendra

Sri Mahendra mundur tidak lama dari pengunduran diri Edy Junaedi. Mahendra juga mengatakan Pemprov DKI membutuhkan Bappeda yang lebih baik.

“Situasi dan kondisi yang terjadi saat ini yang membutuhkan kinerja Bappeda yang lebih baik lagi. Saya mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri dengan harapan supaya akselerasi bisa lebih ditingkatkan,” ucap Mahendra, Jumat (1/11/2019).

Bappeda bertanggung jawab menyusun rencana anggaran DKI Jakarta. Dalam berapa waktu terakhir, rencana anggaran DKI sedang disorot sebab dianggap janggal, salah satunya soal anggaran lem Aibon Rp 83 miliar.

4. . Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo

Subejo juga mengajukan pengunduran dirinya sejak hari Senin (24/2/2020). Subejo disebut akan menjadi widyaiswara. Ada beberapa kelebihan saat menjadi seseorang menjadi widyaiswara. Masa bakti seorang widyaiswara lebih panjang dibanding PNS BPBD.

5. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengungkapkan, berdasarkan evaluasi kinerja, Kelik disebut tidak maksimal. Berdasarkan evaluasi tersebut, nilai Kelik disebut sebagai yang paling signifikan.

“Kasus Pak Kelik, dia ingin memilih dalam jabatan yang lain. Sebab ada beberapa mekanisme perjanjian kontrak kinerjanya yang memang tidak maksimal,” ujar Kepala BKD Chaidir saat itu, Kamis (27/2/2020).

Kelik mundur lalu memilih masuk sebagai anggota TGUPP. Dan, baru-baru ini Kelik mendaftarkan diri dalam lelang jabatan eselon II. Dia lolos seleksi administrasi dengan posisi jabatan yang sama.

Kelik lulus bersama tiga kandidat lainnya yang lolos di tahap administrasi untuk posisi jabatan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta.

6. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Tsani Annafari

Tsani mundur setelah menjabat selama 5 bulan sebagai Kepala Bapenda DKI Jakarta. Tsani juga meminta masyarakat tak berspekulasi terkait keputusannya untuk mundur dari jabatannya.

“Saya per hari ini resmi tidak menjabat sebagai Kepala Bapenda DKI. Terkait kinerja, silakan saja diperiksa capaian target Bapenda DKI dan pelaksanaan kontrak kinerja dan capaian Kegiatan strategis daerah Bapenda 2020,” kata Tsani melalui pesan singkat, Jumat (26/2/2021).

Tsani juga sudah menegaskan, sejak awal menjabat Kepala Bapenda DKI Jakarta, dia telah dihadapkan pada pandemi COVID-19. Saat itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewanti-wanti supaya target pendapatan daerah tak meleset jauh.

7. Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Pujiono

Pujiono membenarkan dirinya mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta. Dia tak menjelaskan detail alasannya mundur. Pujiono juga tidak menjelaskan apakah pengunduran dirinya sudah diterima Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atau belum.

“Siap, benar demikian,” kata Pujiono saat dimintai konfirmasi, Rabu (19/5/2021).

Pujiono dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta pada hari 8 Januari 2020. Pujiono dilantik setelah lolos seleksi terbuka atau lelang jabatan eselon II.

Baca juga : KPK Tahan Direktur PT AMS Terkait Korupsi Asuransi Jasindo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *