Viral Uang Pecahan 1.0 Di TikTok, Berikut Penjelasan Peruri

Viral Uang Pecahan 1,0 Di TikTok, Berikut Penjelasan Peruri

palembangtalkViral Uang Pecahan 1.0 Di TikTok, Berikut Penjelasan Peruri – Viral sebuah video di aplikasi TikTok ramai sebab telah memamerkan lembaran yang bentuknya mirip uang kertas. Dalam video berdurasi 13 detik yang diunggah akun @puspotv itu kertas bertuliskan Perum Peruri Specimen dan ada angka 1.0.

Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dalam akun Instagram resminya menyampaikan jika uang spesimen alias uang contoh atau House Note diterbitkan oleh banknote printer atau perusahaan pencetak uang.

“Bertujuan untuk mempromosikan kemampuannya dalam mencetak uang dalam mencetak uang menggunakan teknologi security features tertentu,” tulisnya, dikutip Senin (10/5/2021).

Selain itu, sesuai aturan tersebut, BI juga merupakan satu-satunya lembaga yang diberikan kewenangan untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah yang sah di Indonesia.

Namun, sampai saat ini BI tidak pernah mengeluarkan uang dengan pecahan 1.0 tersebut sehingga itu bukan uang Rupiah resmi yang bisa digunakan untuk bertransaksi.

“Gambar uang dalam video tersebut merupakan uang dalam rangka uji cetak di Perum Peruri sehingga hanya dalam kepentingan internal Peruri,” kata Erwin menegaskan.

Kendati demikian, rencana redenominasi juga masih masuk dalam wacana BI untuk bisa direalisasikan.
Redenominasi, kata Erwin memiliki banyak aspek yang harus diperhatikan. Tanggung jawab kesuksesan program tersebut tidak hanya BI, pemerintah, dunia usaha namun juga masyarakat secara umum.

“Wacana itu terus dilanjutkan. Seperti pengalaman di banyak negara, akseptasi masyarakat memegang peran kunci. Persepsi salah tentang redenominasi yang dipersamakan dengan sanering (pemotongan nilai uang) di masa lalu,” jelasnya.


“Selain itu kebijakan ini juga harus diterapkan dalam kondisi ekonomi yang stabil supaya tidak menimbulkan kepanikan yang nggak perlu,” lanjut Erwin.

Redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju ke arah yang lebih sehat. Ada pula dikenal istilah sanering, yakni pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, di mana yang dipotong hanya nilai uangnya.

Dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang, hanya dihilangkan beberapa angka nol-nya saja. Dengan demikian, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran (uang).

Baca juga : Mal Diserbu Masyarakat Jelang Lebaran, di Tengah Larangan Mudik

Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

Peruri juga telah menjelaskan, bahwa mata uang resmi Indonesia ialah Rupiah memiliki ciri-ciri khusus. Berdasarkan UU Mata Uang No.7 Tahun 2011 ciri-ciri rupiah adalah berikut ini.

1. Memiliki gambar lambang negara “Garuda Pancasila”
2. Memiliki frasa “Negara Kesatuan Republik Indonesia”
3. Memiliki sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai nilai nominalnya
4. Memiliki tanda tangan pihak Pemerintah dan Bank Indonesia;
5. Memiliki nomor seri pecahan
6. Memiliki teks “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia mengeluarkan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai…”

Namun, di dalam pecahan uang 1.0 yang viral tersebut tidak ada memiliki ciri tersebut. Oleh karenanya, pecahan 1.0 bukan Rupiah yang sah atau hanya House Note yang hanya digunakan sebagai sampel uang hasil cetakan Peruri.

“Peruri menerbitkan House Note / uang specimen digunakan sebagai alat pemasaran (marketing tools) untuk mempromosikan contoh produk/uang yang diproduksi oleh Peruri,” tegasnya.

Baca juga : Lebaran Mudik Dilarang, WNA Dibolehkan Masuk Ke Indonesia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *