Waspada! Pelanggar Prokes di Pekanbaru, Akan Dikenai Denda

Waspada! Pelanggar Prokes di Pekanbaru, Akan Dikenai Denda

Palembangtalk.comWaspada! Pelanggar Prokes di Pekanbaru, Akan Dikenai Denda – Kalangan legislatif di DPRD Kota Pekanbaru telah mendukung adanya denda Rp100.000 bagi masyarakat kota Pekanbaru yang kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19. Hal ini juga diberlakukan bagi dunia usaha dengan nilai yang jauh lebih besar bahkan mencapai 5 juta jika mematuhi protokol kesehatan yang dibuat pemerintah.

Langkah tersebut perlu diambil, mengingat bahwa selama ini kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari keramaian sangat rendah dan membuat jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Pekanbaru masih cukup tinggi untuk kota pekanbaru.

Selama PPKM diperpanjang mulai tanggal 1 juni sampai 14 Juni mendatang, Tim Yustisi Pekanbaru yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, BPBD dan Satpol PP Pekanbaru semakin cepat melakukan penertiban protokol kesehatan di tengah masyarakat. Setiap malam di atas jam 9 malam atau 21.00 WIB , Tim Yustisi akan menelusuri tempat-tempat keramaian dan serta kawasan pemukiman warga yang masuk dalam zona merah dan tingkat penyebaran Covid-19.

Baca juga: Positif Corona, Kasatpol PP Dan Anggota Kota Pekanbaru Di Isolasi

“Berguna memberikan efek jera kepada pelanggar prokes maka harus ada tindakan tegas yang diberikan Pemerintah, salah satunya berlakunya denda sebesar Rp 100.000 seperti yang sudah diberlakukan oleh sejumlah daerah lain di Indonesia,” tambah Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Doni Saputra, pada hari Rabu (2/6/2021).

Jika dilihat di lapangan, lanjut politikus PAN itu lagi, masyarakat masih cukup banyak mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Dan jika ada sanksi dan denda sebesar Rp100.000 adalah usulan dari dewan daerah setempat, yang sebelumnya sudah pernah dibahas bersama Pemko Pekanbaru saat rapat di adakan. Pemerintah akan menerapkan denda bagi pelanggar prokes.

“Kalau di daerah lain, denda pelanggaran prokes ada yang mencapai Rp 250.000 bahkan ada juga yang jumlah Rp 350.000, kalau kitakan masih Rp 100.000 aja, kita juga tahu bahwa kondisi ekonomi masyarakat sekarang seperti apa. Paling tidak ini bisa memberikan efek jera jika ada denda maka masyarakt akan berfikir dan akan menerapkan protokol kesehatan di kegiatannya sehari-hari. Karena jika dibiarkan maka jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat,” ungkap Doni.

Baca juga: Walikota Bogor Minta Pemasok Vaksin Covid-19, Diperbanyak Lagi!

Selain menerapkan protokol kesehatan, masyarakat juga diminta untuk mengikuti program vaksinasi gratis dari pemerintah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Apalagi, pelaksanaan vaksinasi massal dan vaksinasi keliling belakangan semakin banyak dilakukan sehingga memudahkan masyarakat untuk memperoleh vaksin gratis.

Semua masyarakat pekanbaru mau pun luar pekanbaru dapat ikut vaksin covid-19 agar masyarakat dapat terhindar atau dapat menekan angka penyebaran virus covid-19. Karena suntik vaksin tersebut dapat membuat imunitas tubuh menjadi lebih kuat lagi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *